Rabu, 30 Juli 2008

Aku dan Dia



**Dia**
Andai cinta itu suci,
senandungkan syairnya bagi kemeranaan rasaku.

Jika rindu itu indah,
nyanyikan sebuah dendang bagi kepasrahan jiwaku.

Tatkala kumenatap mata terkasih.....,
Aku senantiasa temukan kecurangan dan kepalsuan.

Indah memang.....,
kebohongan tergelar dimana-mana.

Kadang aku tak tahu lagi,
dimana harus kucari sebentuk cinta

Bila ku titip kepercayaan,
bagaimana kalau itu membuatku semakin kehilangan.

Apabila kusandarkan harap,
bagaimana kalau itu membuatku terhanyut.

Aku pernah menawarkan sebentuk kesetiaan yang indah,
tapi nyatanya terlalu rendah untuk diagungkan.

**Aku**
Mengapa selalu kau pertanyakan
apa yang kau rasakan?

Mengapa kau selalu ragu
akan isi hatimu?

Mengapa kau begitu gundah
untuk melangkah?

Mengapa kau memberi kesan
bahwa kau pengecut?
bukan pemberani?

Mengapa kau hanya bermimpi
tanpa langkah berarti?

Dan kini...
mengapa kau bertanya lagi
pada diri ini?
apa diriku punya arti?

Aku adalah aku...
yang terus melaju
bagai peluru

Aku...
yang berjalan sendirian
dibawah sinar rembulan
menanti datangnya sang mentari
di pagi hari