
Camelia
maafkanlah aku
Karna ku tak bisa temani tidurmu
Camelia
lupakanlah aku
Jangan pernah lagi
Kau temui aku
Kau
Wanita terhebat
Yang pernah singgah di hatiku
Kau
wanita yang tegar
Aku mohon lupakanlah aku
Sudahlah jangan menangis lagi
ku rasa cukup sampai di sini
Mungkin di suatu saat nanti kau temui cinta yang sejati
Sudah cepat lupakan lah aku
Jangan pernah ungkit masa lalu
Ku takut kekasihku pun tau engkau pernah jadi simpananku
Kau
wanita terhebat
Yang pernah singgah di hatiku
Sudahlah jangan menangis lagi
Ku rasa cukup sampai di sini
Mungkin di suatu saat nanti kau temui cinta yang sejati
Sudah cepat lupakan lah aku
Jangan pernah ungkit masa lalu
Ku takut kekasihku pun tau engkau pernah jadi simpananku
(Song lyric by : IRWANSYAH)
“Dengerin apa sih,Na?” kakak ngebuka headset di telinga Na.Tapi dengan cepat Na segera berkelit dari tangan kakak keduanya itu.
“Ga sopan tau,sama kakaknya sendiri seperti itu.Lagian ga liat udah jam berapa sekarang?.Udah hamper jam 1 pagi dan kamu sama sekali nggak ngasih kabar orang rumah sama sekali.”
“Males kak,toh ntar juga tetap ga dibolehin ma mama dan kakak.”
“Na,tapi kamu itu cewek.Bagian dari keluarga ini,ga aneh kan kalo kita peduli ma kamu?”
Ugh!!Na mulai ngerasa kebenciannya ma rumah dan semua penghuninya semakin bertambah.Ingin rasanya dia seperti Na yang dulu lagi.Pulang sekolah tepat waktu,nggak suka keluyuran apalagi sampai pulang sepagi ini.Dulu semua waktunya dia habiskan untuk belajar,menghabiskan waktu dengan papa mama dan kedua kakaknya.Duluuu…ga sekarang.Masa masa yang amat Na impikan bias kembali ke dalam kehidupannya.
Kedua orang tuanya bercerai setahun yang lalu.Papanya kawin lagi dengan wanita yang ga jelas Na ketahui asalnya.Yang jelas semenjak itu kehidupan Na menjadi seperti mimpi mimpi usang yang ga ada ujungnya.Semua pengorbanan dan perjuangannya menjadi anak “baik” seolah olah disia siakan oleh papa mamanya.
“Na kamu masih dengerin kata kata kakak nggak sih?” kakaknya bertanya dengan berurai airmata.Tak sanggup Na melihat hal seperti itu.
“ya kak,besok aku bakalan telpon rumah,”gerutu Na sambil melangkah masuk ke kamar
“mau ke mana?kakak belum selesai ngomong!!!”hadang kakaknya di depan pintu
“aku mo istirahat!!”
“ini masih rumahku juga khan?”
Bruuak!!Pintu kamar tertutup dengan keras.Di hempaskannya tubuh Na yang kecil dan kurus itu ke tempat tidur.Semenit kemudian dia bangkit berdiri dan mengambil foto keluarga yang telah using di samping rak tempatnya biasa berhias dulu.Keluarga yang amat bahagia,ada papa mama dan kedua kakaknya.
Namun semenjak papanya menikah lagi,hidup Na seperti menjadi neraka.Papanya mulai jarang pulang ke rumah,kalau pun pulang itu hanya untuk bertengkar dan memukul mamanya.Setiap dia pulang selalu di dapatinya mamanya menangis di dalam kamar.Wajahnya sembab dan biru dipenuhi luka pukulan dan tamparan.
Tiap kali itu dia akan bertengkar dengan papanya…ah benar-benar hidup yang menjemukan.Kemana perginya keluarga bahagia yang selama ini dia banggakan di hadapan teman temannya?
“teet!!teet!!”
Sebuah sms membuatnya terbangun dari impian dan bayangan kelam hidupnya.Tertegun Na membaca isi sms itu,dan sesaat kemudian dia terjatuh dan terduduk pucat di atas tempat duduknya.Na menangis dengan keras,seperti di beri aba-aba semua penghuni rumah kecil itu berlari menuju kamar Na.
Dengan wajah yang tak kalah pucat dan khawatir,kakaknya mendekat da meraih HP di dalam genggaman adek kecil yang sangat disayanginya.
“Innalillahi wa inna illaihi rojiuun…”
“da apa nduk?”,dengan cemas ibunya bertanya
“papa ma..”
“iya papamu memang sedang tugas di luar kota,kenapa? Papamu kirim sms atau sesuatu…”
“mas…!!!!!!!!!!!”
Di bawah guyuran hujan,orang-orang berpakaian hitam itu meninggalkan pemakaman.Tinggal tiga wanita yang masih menangis menatap kuburan di mana seorang pria yang mereka cintai tertidur lelap selamanya.Na,kakak dan mamanya…
Laki-laki yang telah menggoreskan luka dalam karena penghianatan di hati mereka,kini dia sudah tiada untuk selamanya.Tapi kenapa hati mereka seolah mengalami kehilangan yang ama dalam? Bukankah seharusnya mereka bahagia karena Tuhan telah mencabut nyawa orang yang mereka benci?
Manusia memang aneh,begitu besar kebencian sesungguhnya begitu besar pula cinta terhadap apa yang mereka benci…No body’s perfect atau apalah yang jelas mereka bertiga menyesal karena telah kehilangan sosok kepala keluarga.
Hujan semakin deras dan membasahi seluruh tubuh mereka.Suara petir menggema seolah olah ingin menampakkan betapa kuasa Sang Pencipta tak akan pernah terkalahkan oleh apapun.Apalagi makhluk lemah seperti kita.
“Ma,ayo kita pulang?”
“Bentar mama masih kangen dengan papamu.Lihatlah papamu jjuga kangen dengan kita?”
“Ma,kita harus berani menerima kenyataan.Bagaimanapun inginnya kita menyangkal toh ini memang sudah kuasa Tuhan”,dengan sabar kakaknya membenarkan payung agar ibu yang mereka sayangi tidak teerguyur oleh hujan
“Na,kamu nanti siang juga masih ada les kan?”
“Ayo pulang,papa ga akan senang kalo kita lemah seperti ini!!”
“Dia akan sedih apabila kita tetap menangis,jangan sia siakan apa yang telah papa perjuangkan…apa yang papa perjuangkan untuk membuktikan bahwa dia menyesali semua perbuatannya..”
Perlahan kami beranjak meninggalkan pemakaman,air hujan sudah mulai mengering saat kami bertiga beranjak meninggalkan tempat papa tidur untuk selamanya,tempat orang yang kami cintai kembali ke peraduannya.
Malam mulai berganti pagi,dan pagipun beranjak siang.Manusia kembali lagi disibukkan oleh urusan mereka sendiri-sendiri.
